Sebelum terlelap, saya ingin berbagi sebuah puisi karya dosen sastra saya. Beliau salah satu dosen yang aktif dalam komunitas cipta sastra indonesia di Universitas Galuh Ciamis. Nah, puisinya ini terhimpun dalam antologi puisi bersama “Sajak Semesta Memahat Langit”
RINDU
Teti Gumiati
Daun-daun pohon pinus itu telah lama gugur
Diterbangkan angin senja
Mengejar matahari yang hampir tenggelam
Ranting-ranting asa itu telah patah
Meranggas tergilas bius dusta
Ada segores luka meratap
Dan merindu pada tungku cintamu
Yang tak lagi menyala dalam jiwaku
thanks
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Jumat, 08 Januari 2016
LUKISAN BIRU
LUKISAN BIRU
Jejak langkah pasti dalam sore
Terus menelusuri waktu
Nada-nada alam bersahutan
Bernyanyi sendu dan bermakna
Hembusan angin yang rindu
Semangat jiwa terus bergelora
Wajah-wajah peuh harap berlarian
Mengejar sore yang penuh warna
Mari bernyanyi dan menari
Pada sore yang indah
Pada alam yang megah
SERIBU WAJAHMU
SERIBU WAJAHMU
Seribu wajah aku rindu
Seribu wajah yang mengubah jalanku
Dia marah ketika ku salah
Dia ramah ketika ku gundah
Dia bahagia ketika ku bahagia
Ketika sakit tak terlihat
Ketika tersiksa tak dirasa
Tujuannya cuma satu
Tuk menjaga harapanku
Kamis, 30 April 2015
Puisi Mutiaraku
Puisi Mutiaraku merupakan salah satu puisi karya seorang dosen, puisi ini sangat menginspirasi apalagi jika dikaitkan dengan konteks kesedihan
MUTIARAKU
Sri Mulyani
Jika air mata ini tak menetes lagi
Bukan berarti aku tak mengingatmu
Jika sedu sedan ini tak terdengar lagi
Bukan berarti aku melupakanmu
Dan jika pelukan ini tak kau rasakan lagi
Bukan berarti aku meninggalkanmu
Tak akan lekang di makan waktu
Kau
Tak akan buyar ditelan jaman
Kau
Tak akan pernah pudar
Tak akan pernah habis
Kau Tak akan pernah terkikis dalam hatiku
Yakinlah itu
Mutiaraku yang hilang dari tatapan
Tapi tetap hidup dala kenangan
Yakinlah
Langganan:
Postingan (Atom)
